FORUM SUKABUMI – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Junajah Jajah Nurdiansyah, meninjau langsung pos pengungsian korban bencana pergerakan tanah di Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (6/3/2026).
Kunjungan legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) I tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi warga terdampak sekaligus memastikan proses penanganan darurat berjalan dengan baik.
Dalam kesempatan itu, Junajah mengungkapkan keprihatinannya atas meningkatnya kejadian bencana di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi, termasuk di Kecamatan Bantargadung.
“Belakangan ini banyak musibah bencana yang terjadi di Kabupaten Sukabumi, termasuk di Bantargadung. Saya berharap masyarakat yang terdampak diberi kesabaran. Insya Allah saya akan terus mendukung Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar memprioritaskan penanganan di daerah yang terdampak bencana,” ujar Junajah dalam keterangan yang diterima, Senin (9/3/2026).
Ia juga memberikan apresiasi terhadap langkah cepat yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dalam merespons dampak bencana di wilayah tersebut.
“Saya mengapresiasi kinerja BPBD Kabupaten Sukabumi yang telah sigap dalam penanganan bencana, khususnya di Kecamatan Bantargadung,” tambahnya.
Kedatangan Junajah disambut hangat oleh para pengungsi yang berharap perhatian pemerintah dapat memberikan solusi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana pergerakan tanah.
Berdasarkan laporan di lapangan, sebagian besar rumah warga mengalami kerusakan berat bahkan hancur sehingga mereka terpaksa tinggal di pos pengungsian. Sementara itu, opsi menumpang di rumah kerabat maupun tetangga dinilai sulit karena banyak warga yang juga terdampak dan memiliki keterbatasan ekonomi.
Dalam kunjungan tersebut, Junajah tidak hanya menyapa para pengungsi, tetapi juga menyalurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban warga.
Salah seorang warga terdampak, Edeh, berharap pemerintah dapat segera membantu perbaikan rumah yang rusak akibat bencana.
“Kami sangat berharap bapak dewan dapat membantu perbaikan rumah kami yang rusak. Kami tidak mungkin terus tinggal di pengungsian. Menumpang ke tetangga atau kerabat juga sulit karena mereka juga terdampak dan kondisi ekonominya hampir sama,” ungkapnya.***






