FORUM SUKABUMI – Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mengimbau para orangtua agar tidak membiasakan memberikan gawai kepada anak-anak. Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya mencegah kecanduan gawai sejak usia dini.
Hal itu diungkapkan Sekda saat membuka kegiatan Tinggalkan Android Dalam Empat Jam Bareng Perpustakaan (Tandem Baper) bersama anak-anak TK/PAUD dan SD sederajat di Gedung Perpustakaan, Komplek Gelanggang Pemuda Cisaat, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, alasan agar anak menjadi tenang kerap dijadikan dasar orangtua memberikan gawai. Padahal, penggunaan gawai secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif, mulai dari kecanduan hingga gangguan kesehatan seperti iritasi mata.
Sekda menekankan pentingnya mengarahkan anak pada berbagai kegiatan positif sesuai minat dan bakatnya, sehingga perhatian anak tidak hanya tertuju pada gawai.
“Anak-anak bisa diarahkan pada kegiatan positif. Misalnya, anak yang suka animasi bisa didorong untuk belajar animasi, bukan sekadar bermain gawai,” ujarnya.
Terkait hal tersebut, Sekda menyambut baik pelaksanaan kegiatan Tandem Baper yang digagas Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi. Ia menilai program ini menjadi salah satu cara efektif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.
“Di sini anak-anak belajar berbagai hal sesuai minatnya. Dengan begitu, keinginan menggunakan gawai bisa lebih terkendali,” katanya.
Sekda juga mengingatkan para orangtua agar memberikan pendidikan terbaik kepada anak, mengingat mereka merupakan generasi penerus bangsa.
“Putra-putri kita adalah calon penerus. Kunci untuk mencetak generasi yang andal adalah pendidikan. Peran orangtua sangat penting dalam hal ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi, Hj. Aisyah, menjelaskan bahwa peserta Tandem Baper dibagi ke dalam sejumlah kelas sesuai minat masing-masing anak.
“Nantinya anak-anak akan masuk ke kelas yang mereka sukai, seperti Bahasa Inggris, matematika, animasi, dan lainnya,” jelasnya.
Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut bertujuan mengurangi kecanduan gawai sekaligus menjadi sarana aktivitas positif bagi anak selama libur sekolah.
“Selama dua hari anak belajar di dalam kelas, dan satu hari kegiatan luar kelas dengan mengunjungi tempat tertentu sambil belajar dan bermain,” pungkasnya.***






