Disperkim Sukabumi Perkuat Landmark Alun-Alun Gadobangkong, Material Lama Diganti Beton

- Admin

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Landmark Alun-Alun Gadobangkong diperkuat dengan konstruksi beton agar lebih awet menghadapi kondisi pesisir Palabuhanratu.Deskripsi Meta

Landmark Alun-Alun Gadobangkong diperkuat dengan konstruksi beton agar lebih awet menghadapi kondisi pesisir Palabuhanratu.Deskripsi Meta

FORUM SUKABUMI – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi melakukan perbaikan pada landmark Alun-Alun Gadobangkong, Palabuhanratu. Perbaikan tersebut dilakukan dengan mengganti material lama menggunakan konstruksi beton untuk meningkatkan ketahanan fasilitas di kawasan pesisir.

Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi Sendi Apriadi mengatakan, pemilihan beton dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi lingkungan Palabuhanratu yang memiliki karakter cuaca pesisir. Material sebelumnya dinilai lebih rentan mengalami keropos dan korosi sehingga membutuhkan penanganan lebih sering.

“Jadi landmark untuk Gadobangkong ini kita ganti menggunakan beton karena situasi di Palabuhanratu berbeda, terutama cuacanya. Kemarin juga sempat keropos dan korosi. Kalau menggunakan bahan lain atau plastik, semakin mudah rusak. Jadi kita coba dipermanenkan seperti ini,” ujar Sendi, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurutnya, penggunaan beton tidak hanya mempertimbangkan tampilan landmark, tetapi juga aspek ketahanan, keamanan, dan kemudahan pemeliharaan. Sebagai bagian dari ruang publik, konstruksi landmark harus mampu bertahan menghadapi kondisi lingkungan serta aktivitas masyarakat.

Sendi menilai konstruksi beton juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar landmark.

“Termasuk tidak khawatir kalau dijamah juga. Jadi kita gunakan beton seperti ini agar lebih awet dalam pemeliharaannya,” katanya.

Penggantian material tersebut diharapkan dapat memperpanjang usia pemanfaatan landmark sekaligus menjaga kualitas salah satu elemen visual di Alun-Alun Gadobangkong.

Selain memperbaiki landmark, Disperkim berencana melakukan penataan secara bertahap pada area di sekitarnya. Salah satunya dengan menyiapkan rumput di bagian bawah landmark agar tampilan kawasan lebih rapi dan menyatu dengan lingkungan alun-alun.

“Direncanakan bagian bawahnya sudah disiapkan rumput. Terus yang lainnya juga, tetapi mungkin bertahap,” ungkap Sendi.

Menurutnya, penataan kawasan tidak berhenti pada perbaikan landmark. Lingkungan di sekitarnya juga perlu ditata agar keberadaan fasilitas tersebut dapat mendukung tampilan Alun-Alun Gadobangkong secara keseluruhan.

Sendi juga menilai landmark memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar elemen dekorasi. Keberadaannya dapat menjadi identitas visual ruang publik sekaligus memperkuat karakter kawasan Palabuhanratu.

“Paling tidak ini bisa dijadikan wajahnya Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Karena itu, perbaikan landmark diarahkan tidak hanya untuk memperkuat konstruksi, tetapi juga mempertahankan fungsi kawasan sebagai salah satu ruang publik yang merepresentasikan Palabuhanratu.

Sendi berharap penataan tersebut dapat mempertegas ciri khas kawasan sekaligus memastikan Alun-Alun Gadobangkong tetap terpelihara.

“Yang pertama tentu selain bisa menegaskan bahwa alun-alun yang ada terpelihara, tentunya juga bisa membawa ciri khas Palabuhanratu,” katanya.

Kondisi cuaca pesisir menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan material fasilitas publik di kawasan tersebut. Dengan konstruksi yang lebih permanen, risiko kerusakan diharapkan dapat ditekan sehingga kebutuhan pemeliharaan tidak terlalu sering.

Pada akhirnya, perbaikan landmark, penataan area sekitar secara bertahap, serta penguatan karakter Palabuhanratu diharapkan dapat membuat Alun-Alun Gadobangkong semakin representatif sebagai ruang publik sekaligus salah satu wajah Kabupaten Sukabumi.

“Lebih awet,” tegas Sendi saat menjelaskan harapan utama dari penggunaan material beton pada landmark tersebut.***

Berita Terkait

Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi Target Tuntaskan 25 Desa Kawasan Kumuh pada 2027
Arianja Hasbulwafi Jadi Sekretaris Dinas Perkim Sukabumi, Bupati Asep Tekankan Integritas Pejabat
Lima Kantor Kecamatan Dibangun Bersamaan, Disperkim Sukabumi Padukan Fasilitas Modern dan Budaya Lokal
Disperkim Kabupaten Sukabumi Bangun Drainase di Warnasari, Cegah Genangan dan Banjir Lingkungan
Disperkim Kabupaten Sukabumi Targetkan 360 Hektare Kawasan Kumuh Tuntas pada 2030
Sendi Apriadi Dukung Pembinaan Atlet Tarung Derajat Sukabumi Jelang Porda Jabar
Disperkim Sukabumi Bangun 3 Sarana Air Bersih di Desa Pasirpanjang untuk Atasi Krisis Air
Wabup Sukabumi Andreas Hadiri Rakor Nasional Penanganan Sampah dan Kemarau Panjang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi Target Tuntaskan 25 Desa Kawasan Kumuh pada 2027

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Disperkim Sukabumi Perkuat Landmark Alun-Alun Gadobangkong, Material Lama Diganti Beton

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Arianja Hasbulwafi Jadi Sekretaris Dinas Perkim Sukabumi, Bupati Asep Tekankan Integritas Pejabat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Lima Kantor Kecamatan Dibangun Bersamaan, Disperkim Sukabumi Padukan Fasilitas Modern dan Budaya Lokal

Senin, 20 Juli 2026 - 16:37 WIB

Disperkim Kabupaten Sukabumi Bangun Drainase di Warnasari, Cegah Genangan dan Banjir Lingkungan

Berita Terbaru

Ratusan warga semarakkan senam bersama KORMI di Palabuhanratu. Ketua DPRD Sukabumi dorong olahraga menjadi gaya hidup.

Parlemen

Ketua DPRD Sukabumi Dorong Olahraga Jadi Gaya Hidup

Sabtu, 22 Agu 2026 - 16:17 WIB