Hari Nelayan Ujunggenteng ke-59: Disbudpora Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Pesisir

- Admin

Jumat, 20 Juni 2025 - 06:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Disbudpora dukung pelestarian budaya dalam Hari Nelayan Ujunggenteng ke-59. | Istimewa

Disbudpora dukung pelestarian budaya dalam Hari Nelayan Ujunggenteng ke-59. | Istimewa

FORUM SUKABUMI – Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi menyatakan apresiasi mendalam atas pelaksanaan Hari Nelayan Ujunggenteng ke-59 Tahun 2025 yang berlangsung meriah dengan nuansa budaya pesisir yang kental.

Mengangkat tema “Sagara Ngajaga Laut Kidul Ku Budaya”, peringatan tahun ini menjadi momen penting bagi masyarakat pesisir dalam merawat tradisi leluhur. Sejumlah pertunjukan seni tradisional seperti tarian khas daerah, rampak kendang, dan prosesi Larung Saji ke tengah laut turut memeriahkan acara yang melibatkan banyak generasi muda.

Kepala Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi, mengungkapkan bahwa Hari Nelayan bukan hanya kegiatan tahunan biasa, melainkan bentuk nyata dari pelestarian budaya lokal yang hidup berdampingan dengan aktivitas masyarakat, khususnya nelayan.

“Kami dari Disbudpora memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat dan panitia. Ini bukan sekadar pesta, melainkan warisan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan oleh generasi muda,” ungkap Yudi.

Ia menegaskan bahwa budaya adalah identitas yang tidak boleh hilang ditelan zaman. Menurutnya, acara semacam ini harus menjadi ruang edukatif sekaligus ekspresif bagi masyarakat dalam mencintai budaya mereka sendiri.

“Kami berharap kegiatan seperti ini mampu mempererat kohesi sosial dan menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap budaya lokal,” tambahnya.

Ujunggenteng sendiri merupakan bagian dari kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang telah diakui UNESCO. Dengan dukungan berbagai pihak seperti Disbudpora, Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan, dan pelaku UMKM, Hari Nelayan diyakini bisa menjadi momentum untuk mendorong sektor ekonomi kreatif berbasis budaya dan kearifan lokal.

“Mari kita rawat bersama budaya pesisir ini. Bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan anak cucu kita,” pungkas Yudi.***

Berita Terkait

Syukuran Hari Nelayan Ke-69 Ciwaru Jadi Ajang Pelestarian Budaya Dan Penguatan Pariwisata
Bupati Sukabumi minta APSI jadi motor penggerak peningkatan kualitas pembelajaran
DPRD Kabupaten Sukabumi Bahas Hasil Reses, KUA-PPAS 2027, hingga Perubahan Alat Kelengkapan Dewan
Pemkab Sukabumi Petakan Strategi Percepatan Target UHC Bersama Tim Percepatan Jabar
Wabup Sukabumi Hadiri Puncak Seren Taun Kasepuhan Girijaya, Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Adat
Bupati Sukabumi Hadiri Seren Taun ke-447 Kasepuhan Sinaresmi, Tegaskan Tradisi Sarat Nilai Luhur
Jembatan Gantung Prima Jantake Diresmikan, Bupati Sukabumi Dorong Akses dan Perekonomian Warga
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Sukabumi Gelar Upacara dan Sampaikan Amanat Presiden

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:24 WIB

Bupati Sukabumi minta APSI jadi motor penggerak peningkatan kualitas pembelajaran

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:20 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Bahas Hasil Reses, KUA-PPAS 2027, hingga Perubahan Alat Kelengkapan Dewan

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:33 WIB

Pemkab Sukabumi Petakan Strategi Percepatan Target UHC Bersama Tim Percepatan Jabar

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:48 WIB

Wabup Sukabumi Hadiri Puncak Seren Taun Kasepuhan Girijaya, Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Adat

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:41 WIB

Bupati Sukabumi Hadiri Seren Taun ke-447 Kasepuhan Sinaresmi, Tegaskan Tradisi Sarat Nilai Luhur

Berita Terbaru