Disperkim Sukabumi Bangun Landmark ‘Kasepuhan Gelar Alam’ sebagai Wujud Pelestarian Budaya Sunda

- Admin

Senin, 6 Oktober 2025 - 16:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Disperkim bangun landmark Kasepuhan Gelar Alam sebagai simbol pelestarian budaya Sunda.

Disperkim bangun landmark Kasepuhan Gelar Alam sebagai simbol pelestarian budaya Sunda.

FORUM SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya Sunda. Salah satu wujud nyata langkah tersebut terlihat di Kampung Adat Kasepuhan Gelar Alam, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok.

Plt Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, menyampaikan bahwa kehadiran dinasnya dalam perayaan Seren Taun ke-657, Minggu (5/10/2025), bukan sekadar bentuk seremonial, tetapi bukti kepedulian nyata terhadap keberlanjutan masyarakat adat.

“Ini bukan hanya kegiatan budaya biasa, melainkan warisan leluhur yang wajib dilestarikan. Kami hadir bukan sekadar menyaksikan, tapi juga ikut membangun,” ujar Herdiawan, Senin (6/10/2025).

Sebagai bentuk dukungan konkret, tahun ini Disperkim membangun landmark bertuliskan ‘Kasepuhan Gelar Alam’ yang menjadi simbol identitas komunitas adat. Ke depan, kata Herdiawan, pihaknya juga berencana membangun gapura kasepuhan sesuai arahan Bupati Sukabumi.

“Pelestarian budaya tidak cukup dengan seremoni dan retorika, tapi juga tindakan nyata. Landmark ini adalah bukti bahwa pemerintah menghormati identitas budaya masyarakat adat,” tegasnya.

Selain landmark, Disperkim juga telah menyalurkan sejumlah bantuan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga kasepuhan tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi mereka.

“Infrastruktur yang kami bangun adalah bagian dari komitmen jangka panjang agar masyarakat adat tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah arus modernisasi,” tambahnya.

Menurut Herdiawan, makna Seren Taun tidak hanya terletak pada prosesi adatnya, tetapi juga pada kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
“Yang utama dari Seren Taun ini adalah duduk bersama masyarakat, mendengar suara mereka. Bukti bahwa pemerintah tidak hanya ada di kantor, tetapi hadir di tengah rakyatnya,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Bukan Hanya Pegawai, Disperkim Sukabumi Ingatkan Pihak Ketiga soal Risiko Korupsi
Pemulihan Rumah Korban Bencana di Sukabumi, Disperkim Koordinasi dengan BNPB
TMMD Ciemas 2026, Disperkim Sukabumi Tangani 5 Rutilahu dan Bangun 4 Sumur Bor
Cegah Korupsi, Disperkim Kabupaten Sukabumi Perketat Pengawasan Pengadaan Barang dan Jasa
Seren Taun ke-658 Kasepuhan Gelar Alam, Bupati Sukabumi: Bukti Keteguhan Melestarikan Warisan Budaya
Buka PBAK Universitas Madani Nusantara, Bupati Optimis Sukabumi Mubarakah Bisa Terwujud
Rapat Paripurna DPRD Sukabumi, Wakil Bupati Bacakan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi
Bupati Sukabumi Sampaikan Dua Raperda dalam Rapat Paripurna DPRD

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Bukan Hanya Pegawai, Disperkim Sukabumi Ingatkan Pihak Ketiga soal Risiko Korupsi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Pemulihan Rumah Korban Bencana di Sukabumi, Disperkim Koordinasi dengan BNPB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:19 WIB

TMMD Ciemas 2026, Disperkim Sukabumi Tangani 5 Rutilahu dan Bangun 4 Sumur Bor

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Cegah Korupsi, Disperkim Kabupaten Sukabumi Perketat Pengawasan Pengadaan Barang dan Jasa

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Seren Taun ke-658 Kasepuhan Gelar Alam, Bupati Sukabumi: Bukti Keteguhan Melestarikan Warisan Budaya

Berita Terbaru