TKD Turun Drastis, DPRD Kabupaten Sukabumi Desak Pemkab Kurangi Ketergantungan pada Dana Pusat

- Admin

Selasa, 7 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Sukabumi desak Pemkab kurangi ketergantungan pada dana pusat usai penurunan TKD 2026.

i

DPRD Sukabumi desak Pemkab kurangi ketergantungan pada dana pusat usai penurunan TKD 2026.

FORUM SUKABUMI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi menyoroti penurunan signifikan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2026.

Isu ini mencuat dalam rapat pembahasan antara Komisi III DPRD dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi, Selasa (7/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut, DPRD menilai kondisi ini harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian fiskal melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, Leni Liawati, menegaskan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pusat.

“Kalau kita masih terlalu mengandalkan transfer pusat, program dan kegiatan Pemkab Sukabumi bisa terhambat. Oleh karena itu, peningkatan PAD harus lebih serius dilakukan,” ujar Leni, Kamis (9/10/2025).

Salah satu langkah yang didorong DPRD adalah optimalisasi opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Leni menyoroti masih banyak perusahaan di Sukabumi yang menggunakan kendaraan operasional berpelat luar daerah, sehingga potensi pajak daerah belum tergarap maksimal.

“Kami mendorong agar kendaraan operasional perusahaan menggunakan pelat F. Dengan begitu, pajaknya bisa masuk ke daerah dan penerimaan Kabupaten Sukabumi meningkat,” tegasnya.

DPRD juga meminta Bapenda segera menyusun strategi untuk memperluas basis pajak dan retribusi daerah agar target PAD 2026 tercapai. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pembangunan dan pelayanan publik, meski dana transfer dari pusat mengalami penurunan.

Berdasarkan data proyeksi, APBD Kabupaten Sukabumi tahun 2026 mengalami penurunan signifikan akibat pemotongan TKD hingga Rp725,69 miliar atau 20,39 persen dibandingkan KUA/PPAS APBD 2026. Total pendapatan daerah kini diperkirakan sebesar Rp3,98 triliun, dengan PAD Rp908,43 miliar dan pendapatan transfer Rp3,06 triliun.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, mengakui kebijakan pemotongan TKD menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Namun, ia menegaskan bahwa Pemkab tetap berkomitmen menjalankan program pembangunan sesuai RPJMD 2026 yang mengusung tema “Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola untuk Penguatan Agroindustri dan Pariwisata.”***

Berita Terkait

Diarpus Sukabumi Sosialisasikan Perlindungan Arsip, Tekankan Peran Strategis dalam Tata Kelola Pemerintahan
Bupati Sukabumi Dampingi Penasihat Khusus Presiden Resmikan Huntap Adaptif Bencana di Cisolok
Sekda Sukabumi: Pengajian MTA Jadi Kunci Tingkatkan Etos Kerja dan Layanan Publik
Wabup Sukabumi Dorong TPP P3MD Perkuat Kolaborasi untuk Optimalkan Pembangunan Desa
Sertijab Danyonif 310/KK, Wabup Sukabumi Tekankan Sinergi Jaga Stabilitas Keamanan
Bupati Sukabumi Lantik Pengurus FSKSS 2025–2030, Tegaskan Peran sebagai Mitra Strategis
Pemkab Sukabumi Gelar Aksi Korve di Jalur Wisata, DLH Tekankan Gotong Royong Jaga Lingkungan
Pemkab Sukabumi Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih, 28 Unit Rampung

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 17:47 WIB

Diarpus Sukabumi Sosialisasikan Perlindungan Arsip, Tekankan Peran Strategis dalam Tata Kelola Pemerintahan

Kamis, 16 April 2026 - 17:35 WIB

Bupati Sukabumi Dampingi Penasihat Khusus Presiden Resmikan Huntap Adaptif Bencana di Cisolok

Senin, 13 April 2026 - 19:42 WIB

Sekda Sukabumi: Pengajian MTA Jadi Kunci Tingkatkan Etos Kerja dan Layanan Publik

Senin, 6 April 2026 - 18:51 WIB

Wabup Sukabumi Dorong TPP P3MD Perkuat Kolaborasi untuk Optimalkan Pembangunan Desa

Senin, 6 April 2026 - 15:28 WIB

Sertijab Danyonif 310/KK, Wabup Sukabumi Tekankan Sinergi Jaga Stabilitas Keamanan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!