FORUM SUKABUMI – Ribuan masyarakat memadati Kampung Adat Kasepuhan Sinaresmi, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Minggu (5/7/2026), untuk mengikuti puncak perayaan Seren Taun ke-447. Tradisi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat adat atas hasil panen sekaligus doa menyambut musim tanam berikutnya.
Puncak perayaan diawali dengan berbagai rangkaian prosesi adat yang sarat makna. Sejumlah kegiatan ditampilkan, di antaranya tumbuk padi, saresehan bersama Baris Olot Kasepuhan, dongdang, dogdog lojor, seni debus, rengkong, gondang buhun, tari tani, hingga pameran karya incu putu Kasepuhan.
Prosesi paling sakral dalam rangkaian Seren Taun adalah Ngampih Pare ka Leuit, yakni memasukkan secara simbolis ikatan padi hasil panen masyarakat ke Leuit Si Jimat yang dipimpin Sesepuh Adat Kasepuhan Sinaresmi, Abah Asep Nugraha. Prosesi berlangsung khidmat dengan iringan kidung Pohaci, alunan suling, dan kecapi yang menambah nuansa spiritual.
Bupati Sukabumi Asep Japar yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Seren Taun bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi sekaligus doa agar musim tanam berikutnya diberikan keberkahan.
Menurutnya, tradisi tersebut mengandung nilai-nilai luhur, seperti gotong royong, pelestarian lingkungan, dan ketahanan pangan melalui budaya penyimpanan padi di leuit. Nilai-nilai itu dinilai selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mewujudkan masyarakat yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
“Tradisi ini menjadi benteng pertahanan ketahanan pangan sekaligus identitas budaya masyarakat yang harus terus dijaga,” ujar Asep Japar.
Ia menambahkan, di tengah derasnya arus globalisasi, kearifan masyarakat adat Kasepuhan Sinaresmi dalam menjaga lingkungan serta mengelola pangan secara mandiri layak menjadi teladan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen mendukung pelestarian adat dan budaya, termasuk pengembangan potensi kawasan kasepuhan serta peningkatan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat.
Bupati juga mengajak generasi muda atau incu putu untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Sementara itu, Sesepuh Adat Kasepuhan Sinaresmi, Abah Asep Nugraha, mengatakan Seren Taun merupakan bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta atas segala rezeki yang telah diberikan kepada masyarakat adat.
Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga doa bersama agar kehidupan masyarakat di masa mendatang senantiasa dipenuhi keberkahan.
Abah Asep berharap Seren Taun tetap lestari di tengah kemajuan teknologi dan modernisasi. Ia menegaskan, tradisi tersebut menjadi pondasi kehidupan masyarakat adat yang mengajarkan keselarasan antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual, sehingga harus terus diwariskan kepada generasi penerus sebagai identitas dan pedoman hidup masyarakat adat.***







