Bupati Sukabumi Hadiri Seren Taun ke-447 Kasepuhan Sinaresmi, Tegaskan Tradisi Sarat Nilai Luhur

- Admin

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Seren Taun ke-447 Kasepuhan Sinaresmi menjadi simbol syukur dan pelestarian budaya adat. (fb/Pemerintah Kabupaten Sukabumi)

Seren Taun ke-447 Kasepuhan Sinaresmi menjadi simbol syukur dan pelestarian budaya adat. (fb/Pemerintah Kabupaten Sukabumi)

FORUM SUKABUMI – Ribuan masyarakat memadati Kampung Adat Kasepuhan Sinaresmi, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Minggu (5/7/2026), untuk mengikuti puncak perayaan Seren Taun ke-447. Tradisi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat adat atas hasil panen sekaligus doa menyambut musim tanam berikutnya.

Puncak perayaan diawali dengan berbagai rangkaian prosesi adat yang sarat makna. Sejumlah kegiatan ditampilkan, di antaranya tumbuk padi, saresehan bersama Baris Olot Kasepuhan, dongdang, dogdog lojor, seni debus, rengkong, gondang buhun, tari tani, hingga pameran karya incu putu Kasepuhan.

Prosesi paling sakral dalam rangkaian Seren Taun adalah Ngampih Pare ka Leuit, yakni memasukkan secara simbolis ikatan padi hasil panen masyarakat ke Leuit Si Jimat yang dipimpin Sesepuh Adat Kasepuhan Sinaresmi, Abah Asep Nugraha. Prosesi berlangsung khidmat dengan iringan kidung Pohaci, alunan suling, dan kecapi yang menambah nuansa spiritual.

Bupati Sukabumi Asep Japar yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Seren Taun bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi sekaligus doa agar musim tanam berikutnya diberikan keberkahan.

Menurutnya, tradisi tersebut mengandung nilai-nilai luhur, seperti gotong royong, pelestarian lingkungan, dan ketahanan pangan melalui budaya penyimpanan padi di leuit. Nilai-nilai itu dinilai selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mewujudkan masyarakat yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

“Tradisi ini menjadi benteng pertahanan ketahanan pangan sekaligus identitas budaya masyarakat yang harus terus dijaga,” ujar Asep Japar.

Ia menambahkan, di tengah derasnya arus globalisasi, kearifan masyarakat adat Kasepuhan Sinaresmi dalam menjaga lingkungan serta mengelola pangan secara mandiri layak menjadi teladan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen mendukung pelestarian adat dan budaya, termasuk pengembangan potensi kawasan kasepuhan serta peningkatan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat.

Bupati juga mengajak generasi muda atau incu putu untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Sementara itu, Sesepuh Adat Kasepuhan Sinaresmi, Abah Asep Nugraha, mengatakan Seren Taun merupakan bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta atas segala rezeki yang telah diberikan kepada masyarakat adat.

Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga doa bersama agar kehidupan masyarakat di masa mendatang senantiasa dipenuhi keberkahan.

Abah Asep berharap Seren Taun tetap lestari di tengah kemajuan teknologi dan modernisasi. Ia menegaskan, tradisi tersebut menjadi pondasi kehidupan masyarakat adat yang mengajarkan keselarasan antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual, sehingga harus terus diwariskan kepada generasi penerus sebagai identitas dan pedoman hidup masyarakat adat.***

Berita Terkait

Seren Taun ke-658 Kasepuhan Gelar Alam, Bupati Sukabumi: Bukti Keteguhan Melestarikan Warisan Budaya
Buka PBAK Universitas Madani Nusantara, Bupati Optimis Sukabumi Mubarakah Bisa Terwujud
Rapat Paripurna DPRD Sukabumi, Wakil Bupati Bacakan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi
Bupati Sukabumi Sampaikan Dua Raperda dalam Rapat Paripurna DPRD
Paripurna DPRD Sukabumi, Bupati Sampaikan Nota Pengantar Raperda APBD 2027
Sekda Tutup Event Panahan Berkuda di Nyalindung, Diharapkan Jadi Kegiatan Berkala
Pengurus FSKS se-Kabupaten Sukabumi Masa Bakti 2025-2030 Resmi Dilantik
Pemkab Sukabumi Terus Perkuat Jaminan Kesehatan Masyarakat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Seren Taun ke-658 Kasepuhan Gelar Alam, Bupati Sukabumi: Bukti Keteguhan Melestarikan Warisan Budaya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Buka PBAK Universitas Madani Nusantara, Bupati Optimis Sukabumi Mubarakah Bisa Terwujud

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Rapat Paripurna DPRD Sukabumi, Wakil Bupati Bacakan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Bupati Sukabumi Sampaikan Dua Raperda dalam Rapat Paripurna DPRD

Minggu, 27 September 2026 - 18:26 WIB

Sekda Tutup Event Panahan Berkuda di Nyalindung, Diharapkan Jadi Kegiatan Berkala

Berita Terbaru

Desa Jayanti punya potensi besar dari laut, wisata hingga UMKM. | Fb/Pemdes Jayanti

Diskominfosan

Dari Laut hingga UMKM, Ini Potensi Besar Desa Jayanti Sukabumi

Senin, 5 Okt 2026 - 22:00 WIB