Desa Ciwaru, Mutiara Wisata Alam dan Budaya di Jantung Geopark Ciletuh Sukabumi

- Admin

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Desa Ciwaru, pesona wisata alam dan budaya di jantung Geopark Ciletuh. | Foto: IPB Digitani / Rahmatillah, D. T.

i

Desa Ciwaru, pesona wisata alam dan budaya di jantung Geopark Ciletuh. | Foto: IPB Digitani / Rahmatillah, D. T.

FORUM SUKABUMI – Desa Ciwaru yang terletak di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi salah satu desa strategis di kawasan inti Geopark Nasional Ciletuh. Desa yang dikenal sebagai wilayah pertanian dan nelayan ini menyimpan beragam potensi wisata alam, budaya, serta hasil pertanian unggulan yang terus berkembang.

Geopark Ciletuh sendiri merupakan kawasan geologi hasil tumbukan Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Kawasan ini resmi ditetapkan sebagai geopark nasional pada 22 Desember 2015 dan memperoleh pengakuan sebagai warisan dunia UNESCO pada tahun 2018.

Secara historis, Desa Ciwaru berasal dari nama Kampung Ciwaru yang berada di wilayah Desa Mekarjaya. Berdasarkan catatan sejarah, wilayah ini sebelumnya dikenal dengan nama Cikalong Heubeul. Hamparan wilayah teluk yang kini dikenal sebagai Teluk Ciletuh pertama kali ditemukan oleh tiga putra bangsawan Kerajaan Pajajaran keturunan Cirebon Banten.

Keindahan alam Desa Ciwaru tercermin dari lanskap perbukitan yang mengelilingi kawasan pesisir dan air terjun. Beberapa destinasi unggulan di sekitar desa ini antara lain Pantai Palangpang dengan hamparan pasir putih keabuan yang membentuk tapal kuda, Curug Sodong atau curug kembar yang menjadi daya tarik wisatawan, serta Curug Cikanteh dengan ketinggian air terjun mencapai sekitar lima meter.

Seiring berkembangnya sektor pariwisata, masyarakat Desa Ciwaru juga mengembangkan Kampung Homestay yang berlokasi di Kampung Cimarinjung. Sejak penetapan Geopark Ciletuh sebagai warisan dunia UNESCO, sebagian warga beralih profesi dengan menyediakan homestay di rumah masing-masing. Aktivitas ini kemudian terorganisasi dalam Ikatan Homestay Ciletuh (IHC), yang menawarkan pengalaman menginap bernuansa lokal bagi wisatawan.

Di bidang budaya, Desa Ciwaru masih menjaga tradisi Hari Syukuran Nelayan yang rutin digelar setiap tahun. Tradisi ini menjadi ungkapan rasa syukur atas keselamatan dan hasil laut yang diperoleh para nelayan. Perayaan tersebut biasanya diisi dengan pentas seni budaya, perlombaan rakyat, serta kegiatan sosial seperti layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.

Selain sektor wisata, Desa Ciwaru juga dikenal sebagai salah satu sentra penghasil mangga khas Teluk Ciletuh di Kecamatan Ciemas. Mangga dengan cita rasa manis dan ukuran beragam ini telah dipasarkan ke sejumlah daerah, termasuk Jabodetabek, Tasikmalaya, dan Garut. Hampir setiap pekarangan rumah warga ditanami pohon mangga, dan pada musim panen raya pengunjung dapat memetik buah langsung dari pohonnya.

Dengan kekayaan alam, budaya, dan hasil pertanian yang dimiliki, Desa Ciwaru menjadi salah satu destinasi yang layak dikunjungi bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Geopark Ciletuh sekaligus kehidupan masyarakat pesisir Sukabumi.***

Berita Terkait

Kolam Rendam Air Panas Wangunsari Resmi Dibuka, Tarik Wisatawan ke Geyser Cisolok
Transformasi Geyser Cisolok, Bukti Nyata Komitmen Tingkatkan Pariwisata

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:35 WIB

Desa Ciwaru, Mutiara Wisata Alam dan Budaya di Jantung Geopark Ciletuh Sukabumi

Rabu, 2 April 2025 - 16:30 WIB

Kolam Rendam Air Panas Wangunsari Resmi Dibuka, Tarik Wisatawan ke Geyser Cisolok

Kamis, 20 Juni 2024 - 19:45 WIB

Transformasi Geyser Cisolok, Bukti Nyata Komitmen Tingkatkan Pariwisata

Berita Terbaru

error: Content is protected !!